LAPORAN WAWANCARA
Diajukan
untuk memenuhi Tugas Terstruktur mata kuliah Kewirausahaan
“WAWANCARA USAHAWAN Amante de langue”
![]() |
||||
|
||||
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring
berkembangnya zaman dan peningkatan ekonomi dan pembangunan di daerah-daerah
maka semakin meningkat juga kebutuhan manusiawi masyarakat. Peningkatan
perekonomian dan pembangunan di daerah sebenarnya tidak lepas dari peran
pengusaha-pengusaha di daerah itu sendiri. Karena pengusaha-pengusaha inilah
yang akan memberi distribusi pada masyarakat sekitar dan anggaran daerah itu
sendiri, baik dari lowongan kerja dan lainnya. Pengusaha-pengusaha inilah yang
patut menjadi patokan
pemuda-pemuda zaman sekarang untuk mulai belajar berkarir dan mempunyai
cita-cita yang positif.
Bisnis atau
berwirausaha sedang banyak dilakukan oleh orang dengan usia produktif. Selain
melatih kemandirian, berwirausaha adalah salah satu bentuk menciptakan lapangan
kerja baru ditengah-tengah banyaknya penggangguran di Indonesia. Seiring
maraknya pengangguran yang ada di Indonesia ini menuntut kita untuk membuat
atau membuka lapangan pekerjaan dengan seluas-luasnya. Dengan membuka usaha
kita dapat mempersempit pengangguran. Salah satu jenis bisnis yang sedang
berkembang adalah wirausaha
bidang kuliner.
Bisnis kuliner saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia terbukti dengan banyaknya warung resto atau
rumah makan yang semakin banyak bertebaran di pinggir jalan maupun pelosok desa
dan kota. Terlebih Usaha kuliner memiliki keuntungan hingga 50 – 100 % dari
modal awal. Peluang usaha kuliner tentu memiliki potensi yang
cukup besar di tahun ini dan tahun kapan saja. Potensi bisnis makanan kini memang tengah
diburu oleh para wirausahawan yang kompeten dalam bisnis makanan. Bisa kita
lihat saat ini bahwa bisnis di bidang makanan khususnya kuliner semakin
kompetitif dan banyak sekali ragamnya. Ada banyak jenis usaha kuliner yang bisa kita jalankan baik
sebagai usaha sampingan maupun usaha utama untuk memenuhi kebutuhan hidup kita
dan telah banyak orang yang berhasil mendulang kesuksesan di bidang ini.
B. Permasalahan
1. Apa
yang mendorong untuk membuka usaha tersebut?
2. Bagaimana
proses manajemen pada klinik
tersebut agar dapat berkembang?
3. Kenapa usaha tersebut mengalami kegagalan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Profil
Wirausahawan dan Bidang Usahanya
Usaha yang didatangi ini bernama “Amante de langue”. Usaha ini dimulai pada
tahun 2012 yang dahulunya didirikan oleh Bapak Dani yang saat ini berusia 30
tahun beserta istrinya. Usaha ini terletak di Jalan Raya baturraden km 6,
Pandak, Purwokerto Utara. Usaha ini buka dari jam 09.00-22.00 WIB.
Usaha
kuliner ini ditujukan untuk kalangan
menengah kebawah sampai ke atas. Hal ini karena usaha kuliner tersebut
digabungkan dengan olahraga paintball, sehingga orang yang bermain paintball bisa
sekaligus makan. Kalangan menengah kebawah biasanya dengan menu nasi
kucing, akan tetapi kurang pas dengan permainan
paintball. Jadi usaha ini mempunyai
konsep dengan menu kelas menengah keatas yang selesai bermain paintball
kemudian makan tetapi tidak terlalu kenyang.
B.
Motivasi dan Tujuan Bisnis
Motivasinya berdirinya usaha kuliner “Amante de langue” adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan
untuk memenuhi pasar kuliner yang ada di purwokerto. Usaha ini dimulai pada tahun 2012
disamping memenuhi pasar kuliner, usaha ini juga bertujuan untuk mengembangkan
permainan paintball di purwokerto.
C.
Cara Mendapatkan Ide-ide Usaha
Dalam
mendapatkan ide-ide usaha sejak perjalanan berdirinya, usaha kuliner ini
menerima dan menyaring saran-saran dari masyarakat akan tetapi yang sesuai
dengan kemampua. Salah satu saran dari masyarakat yaitu memperluas lahan dan
membuat tempat lebih nyaman.
D.
Cara Memulai Usaha
Usaha kuliner ini berdiri dengan mempromosikan lewat layer, selebaran, facebook dan radio untuk memperkenalkan kepada masyarakat
sekitar, sehingga diharapkan masyarakat tertarik dan berkunjung untuk sekedar
makan atau bermain pantball.
E.
Cara
mengatasi Persaingan Bisnis
Dalam mengatasi persaingan usaha, “Amante de langue” hanya mengikuti arus, ketika tempat ini bisa
diterima maka akan terus dilanjutkan dan ketika kurang bisa diterima maka diperbaiki.
“Amante de langue” sangat
terbuka sekali dengan masukan-masukan, akan tetapi
untuk masukan-masukan tersebut
disesuaikan dengan kemampuan. Ada salah satu masyarakat yang member masukan untuk
memperluas tempat 2x lipat, “Amante de langue” menerima masukan
itu akan tetapi untuk dilakukannya sangat kecil kemungkinannya. Dalam
meningkatkan suatu usaha kita harus melihat kemampuan kita seberapa jauh,
karena belum tentu kita menerima masukan dari masyarakat lalu menjadi lebih
ramai atau laku. Jadi lebih baik fleksibel tidak terlalu keras dengan pendirian
dan menyesuaikan antara kemampuan kita dengan keinginan masyarakat.
F.
Penyebab Kegagalan usaha
Dalam berwirausaha pasti akan mengalami
kesuksesan atau kegagalan. Penyebab kegagalan usaha “Amante de langue” yaitu salah satunya setelah buka usaha kuliner “Red
Chili” yang letaknya di dekat “Amante de langue” sehingga
pengunjungnya tersedot kesana. Dan untuk daerah diwilayah
tersebut sebenarnya tidak ada warga.
Waktu dulu memang “Amante de langue” sempat ramai ya, akan tetapi jika dilihat
purwokerto itu lebih banyak tempat makannya dibandingkan dengan orangnya. Sehingga
biasanya tempat kuliner baru itu ramai
paling hanya 3 bulan dan setelah itu menurun. Dan
setelah 1 tahun waktu itu “Amante de
langue”
bukan ditutup tapi hanya melayani orang yang bermain paintball
saja. Dan sudah diusahakan untuk tetap buka akan tetapi susah untuk menarik pengunjung
untuk datang kesini sehingga akhirnya “Amante
de langue” ditutup dan kemudian pindah ke Moro.
Disamping itu “Amante de langue” posisinya dekat
dengan TPA yang kurang lebih berjarak 150 m dari tempat tersebut. Sehingga pada
waktu musim hujan dengan angin yang besar bau tidak sedap tercium sampai ke “Amante de langue”.
G.
Cita-
cita Wirausahawan Kedepannya
Untuk cita-cita kedepan rencana untuk
membuka usaha di tempat tersebut lagi belum ada. Karena waktu
dulu jalan ke baturaden itu ramai akan tetapi
sekarang sepi berbeda jauh sekali waktu dulu
dengan sekarang. Rencana ke depan “Amante de langue” akan membuka cabang dikota yang lebih ramai yaitu dekat Omnia. Karena usaha ini bergerak di bidang kuliner dimana kita mencari
orang yang membutuhkan sebuah kuliner yang dari jarak, tempat,dan rasa mudah
dijangkau oleh masyarakat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Usaha
kuliner “Amante de langue” didirikan untuk kalangan
menengah kebawah sampai ke atas. Hal ini karena usaha kuliner tersebut
digabungkan dengan olahraga paintball, sehingga orang yang bermain paintball bisa
sekaligus makan. Usaha ini berdiri dengan mempromosikan
lewat layer, selebaran, facebook dan radio untuk memperkenalkan kepada masyarakat
sekitar, sehingga diharapkan masyarakat tertarik dan berkunjung untuk sekedar
makan atau bermain pantball.
“Amante de langue” mengalami
kemunduran dikarenakan berdirinya usaha kuliner dekat tempat tersebut yaitu
“Red Chili” sehingga pengunjung tersedot ke tempat tersebut. Posisi yang dekat
TPA juga turut andil dalam penyebab terjadinya kemunduran usaha kuliner “Amante
de langue” tersebut.
B. Saran
1. Sebaiknya usaha tersebut dipindahkan ke
pusat kota yang lebih ramai misalnya Moro sehingga disamping kuliner juga
permainan paintball dapat berkembang di Purwokerto.
2. Membuat variasi menu yang rasa dan harga
menarik dimata masyarakat.
Lampiran
Pewawancara : assalamu’alaikum
Narasumber : walaikumsalam
Pewawancara : maaf bapak kami mau mewawancarai bapak
mengenai usaha kuliner terkait untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan.
Apakah bapak bersedia?
Pewawancara : iya saya bersedia.
Narasumber : oke berarti bisa dimulai ya pak. Untuk yang
pertama tolong bapak jelaskan profil usaha kuliner
bapak yang pernah ada disini.
Pewawancara : rencana dulu usaha kuliner ini untuk kalangan menengah kebawah
sampai ke atas. Kenapa seperti itu karena digabungkan dengan olahraga painball.
Jadi misalkan ada orang yang bermain painball bisa sekalian makan. Tapi untuk
kalangan menengah kebawah biasanya itu setiap 2000 dengan nasi kucing sehingga
kalau habis main painball lalu makan dengan nasi kucing kayanya gak pas. Jadi
kita membuat konsep dengan menu kelas menengah keatas yang sehabis main
painball lalu makan itu tidak terlalu kenyang, tapi pas gitu. Karena kalau cape
lalu makan terlalu kenyang rasanya gak enak.
Pewawancara : untuk pendirinya bapak ya?
Narasumber : iya pendirinya saya dan istri saya.
Pewawancara : mohon maaf nama bapak siapa ya?
Narasumber : nama saya Dani.
Pewawancara : umurnya berapa ya pak?
Narasumber : umur saya 30 th.
Pewawancara : untuk motivasi dan tujuan usaha kuliner itu sendiri bagaimana ya
pak?
Narasumber : motivasinya saya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja dan untuk
memenuhi pasar kuliner disini juga.
Pewawancara : bapak orang purwokerto asli atau…
Narasumber : saya orang purwokerto asli cuma lebih banyak untuk hidup dulu
diluar .
Pewawancara : kemudian untuk cara memulai usaha kuliner dulu seperti apa ya?
Narasumber : paling saya Cuma mempromosikan saja lewat layer, selebaran,
facebook dan radio.
Pewawancara : itu berdirinya dari tahun berapa ya?
Narasumber : itu dari 2 tahun lalu berarti tahun 2012.
Pewawancara : kemudian untuk ide usaha guna menunjang usaha kuliner bapak itu
bagaimana?
Narasumber : untuk menunjang karier saya yang pasti pertama adalah paintball
yang kedua tempat makan…saya sudah mendirikan tempat makan di Moro itu dilantai
4 itu food court pakai nama “Nyonya Besar” itu berupa nasi bakar yang ada
apinya. Kemudian saya juga distributor permainan painball untuk peluru painball
sama 1 lagi untuk gas oksigen.
Pewawancara : kemudian untuk usaha kuliner yang dulu disini buka dari jam berapa
ya?
Narasumber : saya si dulu buka dari jam 09.00 sampai jam 10.00 malem.
Pewawancara : untuk usaha kuliner sendiri kan tentunya banyak persaingan dalam
kewirausahaan, kemudian cara bapak mengatasi persaingan itu bagaimana?
Narasumber : kalau saya si mengikuti arus, ketika tempat sini bisa diterima
maka saya lanjutkan dan ketika kurang bisa diterima maka saya memperbaiki,
melihat lagi apa si yang kira-kira kurang gitu..itu sangat terbuka sekali
dengan masukan-masukan, tapi untuk masukan-masukan itu pun disesuaikan dengan kemampuan
saya. Ketika kekuatan saya tidak bisa…misal saya punya tempat segini ada orang
yang memberi masukan untuk dibesarin lagi atau dibuat lebih nyaman..itu akan
membutuhkan dana 2 x lipat dari ini..kita menerima itu tapi untuk dilakukannya
itu sangat kecil…jadi untuk suatu usaha ditingkatkan kita harus melihat juga
kemampuan kita seberapa..belum tentu kita menerima masukan untuk dibesarin juga
untuk laku atau tidaknya kan kita tidak tahu. Jadi lebih baik kita fleksibel
jangan terlalu keras dengan pendirian kita tapi lebih baik disesuaikan dengan
kemampuan kita juga dan juga dengan keinginan masyarakat.
Pewawancara : dulu kan disini pengunjungnya banyak ya pak..mohon maaf kok
sekarang ditutup ya pak..itu kenapa?
Narasumber : setelah buka Red Chili itu pengunjungnya kesedot kesana. Dan
untuk daerah disini sebenarnya tidak ada warga dan untuk dulu memang sempat
ramai ya dilihat purwokerto itu lebih banyak tempat makannya ditimbang
orangnya. Jadi biasanya tempat baru itu ramai paling 3 bulan dan setelah itu
menurun-menurun dan setelah setahun nanti kelihatan yang aslinya itu seperti
bagaimana. Dan setelah 1 tahun waktu itu kita bukan ditutup tapi kita hanya
melayani orang yang bermain painball saja. Dan saya usahakan untuk tetap buka
tapi susah menarik orang untuk kesini akhirnya saya tutup dan kemudian pindah
ke Moro. Karena penghasilan juga di Moro kan ramai, dan lebih baik kita
memfokuskan 1 yang sudah jalan lebih baik seperti itu dari pada memaksakan yang
ada disini.
Pewawancara : untuk cita-cita dan harapan bapak sendiri untuk usaha kuliner yang
ada disini itu bagaimana?
Narasumber : ini malah rencara si untuk saya buka disini lagi belum ada
rencana. Kalau dulu jalan ke baturaden itu ramai tapi sekarang sepi beda jauh
sekali dulu sama sekarang. Rencananya kita mau buka cabang lagi tapi di deket
Omnia. Jadi kita rencana bukan mau buka disini lagi tapi mau pindah ke kota
yang lebih ramai. Karena kita bergerak di bidang kuliner dimana kita mencari
orang yang membutuhkan sebuah kuliner dari jarak, tempat, rasa semuanya jumlah
warga yang disitu juga menentukan ramai tidaknya sebuah tempat usaha kuliner.
Pewawancara : mohon maaf pak disini kan dekat dengan TPA itu mengganggi kinerja
disini apa tidak?
Narasumber : kadang mengganggu tapi lebih banyak tidak mengganggu karena
jaraknya sekitar 150 meter jadi baunya tidak sampai kesini. Akan tetapi waktu
lagi musim penghujan dan anginnya besar jadi baunya tercium sampai kesini.
Pewawancara : kemudian untuk usaha yang sedang berjalan sekarang itu prospek
kedepannya bagaimana?
Narasumber : untuk usaha dibidang paintball nya sangat baik sekali dan saya
cenderung lebih condong ke paintballnya. Walau terlihat sepi tapi sebenarnya
disini ramai. Ramainya untuk acara-acara outbond. Dan kemudian untuk kejuaraan
paintball terbesar yang meliputi seluruh dunia itu dulu di Malaysia tapi karena
sekarang di Malaysia painball diperdebatkan dan kemungkinan besar WCA(Wolrd
Champion Asia) akan pindah ke Indonesia sehingga paintball akan ramai.
Pewawancara : kemudian untuk usaha kuliner yang di Moro itu bagaimana?
Narasumber : untuk usaha kuliner yang ada di Moro itu diserahkan dengan
manajemen Moro karena kita disana kita hanya membantu Moro agar mempunyai
fasilitas lebih baik. Yang membuat untuk Moro lebih ramai kan manajemen promosi,
yang memberikan iklan dan lain lain kan Moro..karena kita berjualan disanakan
memberikan kontribusi untuk Moro. Jadi ibaratnya kita mengontrak kita membayar
dan setelah itu pendatang datang di Moro ramai barulah kita bisa membuktikan
bahwa bisa gak si produk kita diterima dimasyarakat.
Pewawancara : oke bapak saya kira saya sudah mendapatkan info yang cukup dari
bapak..maaf sudah mengganggu waktu bapak.terima kasih…wassalamua’alaikum
Narasumber : iya sama sama walaikumsalam
Dokumentasi
|
||||||
|
||||||
|
||||||




No comments:
Post a Comment