Pages - Menu

Monday, 25 May 2015

makalah kewirausahaan

LAPORAN WAWANCARA
Diajukan untuk memenuhi Tugas Terstruktur mata kuliah Kewirausahaan
 “WAWANCARA USAHAWAN Amante de langue






 Disusun Oleh:
1.      Ayon Friday Yonaza                        G1B012045
2.      Rendy Manuhutu                  G1B012056
3.      Hidayat Pulungan                 G1B012060
4.      Natasya Dea                           G1B012099




KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
PURWOKERTO
2014

 
 


 


BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Seiring berkembangnya zaman dan peningkatan ekonomi dan pembangunan di daerah-daerah maka semakin meningkat juga kebutuhan manusiawi masyarakat. Peningkatan perekonomian dan pembangunan di daerah sebenarnya tidak lepas dari peran pengusaha-pengusaha di daerah itu sendiri. Karena pengusaha-pengusaha inilah yang akan memberi distribusi pada masyarakat sekitar dan anggaran daerah itu sendiri, baik dari lowongan kerja dan lainnya. Pengusaha-pengusaha inilah yang patut menjadi patokan pemuda-pemuda zaman sekarang untuk mulai belajar berkarir dan mempunyai cita-cita yang positif.
Bisnis atau berwirausaha sedang banyak dilakukan oleh orang dengan usia produktif. Selain melatih kemandirian, berwirausaha adalah salah satu bentuk menciptakan lapangan kerja baru ditengah-tengah banyaknya penggangguran di Indonesia. Seiring maraknya pengangguran yang ada di Indonesia ini menuntut kita untuk membuat atau membuka lapangan pekerjaan dengan seluas-luasnya. Dengan membuka usaha kita dapat mempersempit pengangguran. Salah satu jenis bisnis yang sedang berkembang adalah wirausaha bidang kuliner.

Bisnis kuliner saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia terbukti dengan banyaknya warung resto atau rumah makan yang semakin banyak bertebaran di pinggir jalan maupun pelosok desa dan kota. Terlebih Usaha kuliner memiliki keuntungan hingga 50 – 100 % dari modal awal. Peluang usaha kuliner tentu memiliki potensi yang cukup besar di tahun ini dan tahun kapan saja. Potensi bisnis makanan kini memang tengah diburu oleh para wirausahawan yang kompeten dalam bisnis makanan. Bisa kita lihat saat ini bahwa bisnis di bidang makanan khususnya kuliner semakin kompetitif dan banyak sekali ragamnya. Ada banyak jenis usaha kuliner yang bisa kita jalankan baik sebagai usaha sampingan maupun usaha utama untuk memenuhi kebutuhan hidup kita dan telah banyak orang yang berhasil mendulang kesuksesan di bidang ini.
B.  Permasalahan
1.    Apa yang mendorong untuk membuka usaha tersebut?
2.    Bagaimana proses manajemen pada klinik tersebut agar dapat berkembang?
3.    Kenapa usaha tersebut mengalami kegagalan?




BAB II
PEMBAHASAN
A.      Profil Wirausahawan dan Bidang Usahanya
Usaha yang didatangi ini bernama “Amante de langue”. Usaha ini dimulai pada tahun 2012 yang dahulunya didirikan oleh Bapak Dani yang saat ini berusia 30 tahun beserta istrinya. Usaha ini terletak di Jalan Raya baturraden km 6, Pandak, Purwokerto Utara. Usaha ini buka dari jam 09.00-22.00 WIB.
Usaha kuliner ini ditujukan untuk kalangan menengah kebawah sampai ke atas. Hal ini karena usaha kuliner tersebut digabungkan dengan olahraga paintball, sehingga orang yang bermain paintball bisa sekaligus makan. Kalangan menengah kebawah biasanya dengan menu nasi kucing, akan tetapi kurang pas dengan permainan paintball. Jadi usaha ini mempunyai konsep dengan menu kelas menengah keatas yang selesai bermain paintball kemudian makan tetapi tidak terlalu kenyang.
B.     Motivasi dan Tujuan Bisnis
Motivasinya berdirinya usaha kuliner “Amante de langue” adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk memenuhi pasar kuliner yang ada di purwokerto. Usaha ini dimulai pada tahun 2012 disamping memenuhi pasar kuliner, usaha ini juga bertujuan untuk mengembangkan permainan paintball di purwokerto.
C.      Cara Mendapatkan Ide-ide Usaha
Dalam mendapatkan ide-ide usaha sejak perjalanan berdirinya, usaha kuliner ini menerima dan menyaring saran-saran dari masyarakat akan tetapi yang sesuai dengan kemampua. Salah satu saran dari masyarakat yaitu memperluas lahan dan membuat tempat lebih nyaman.
D.      Cara Memulai Usaha
Usaha kuliner ini berdiri dengan mempromosikan lewat layer, selebaran, facebook dan radio untuk memperkenalkan kepada masyarakat sekitar, sehingga diharapkan masyarakat tertarik dan berkunjung untuk sekedar makan atau bermain pantball.

E.       Cara mengatasi Persaingan Bisnis
Dalam mengatasi persaingan usaha, “Amante de langue” hanya mengikuti arus, ketika tempat ini bisa diterima maka akan terus dilanjutkan dan ketika kurang bisa diterima maka diperbaiki. “Amante de langue” sangat terbuka sekali dengan masukan-masukan, akan tetapi untuk masukan-masukan tersebut disesuaikan dengan kemampuan. Ada salah satu masyarakat yang member masukan untuk memperluas tempat 2x lipat, “Amante de langue” menerima masukan itu akan tetapi untuk dilakukannya sangat kecil kemungkinannya. Dalam meningkatkan suatu usaha kita harus melihat kemampuan kita seberapa jauh, karena belum tentu kita menerima masukan dari masyarakat lalu menjadi lebih ramai atau laku. Jadi lebih baik fleksibel tidak terlalu keras dengan pendirian dan menyesuaikan antara kemampuan kita dengan keinginan masyarakat.
F.       Penyebab Kegagalan usaha
Dalam berwirausaha pasti akan mengalami kesuksesan atau kegagalan. Penyebab kegagalan usaha “Amante de langue” yaitu salah satunya setelah buka usaha kuliner  “Red Chili” yang letaknya di dekat “Amante de langue”  sehingga pengunjungnya tersedot kesana. Dan untuk daerah diwilayah tersebut sebenarnya tidak ada warga.
Waktu  dulu memang “Amante de langue”  sempat ramai ya, akan tetapi jika dilihat purwokerto itu lebih banyak tempat makannya dibandingkan dengan orangnya. Sehingga biasanya tempat kuliner baru itu ramai paling hanya 3 bulan dan setelah itu menurun. Dan setelah 1 tahun waktu itu “Amante de langue bukan ditutup tapi hanya melayani orang yang bermain paintball saja. Dan sudah diusahakan untuk tetap buka akan tetapi susah untuk menarik pengunjung untuk datang kesini sehingga akhirnya “Amante de langue” ditutup dan kemudian pindah ke Moro.
Disamping itu “Amante de langue” posisinya dekat dengan TPA yang kurang lebih berjarak 150 m dari tempat tersebut. Sehingga pada waktu musim hujan dengan angin yang besar bau tidak sedap tercium sampai ke “Amante de langue”.

G.      Cita- cita Wirausahawan Kedepannya
Untuk cita-cita kedepan rencana untuk membuka usaha di tempat tersebut lagi belum ada. Karena waktu dulu jalan ke baturaden itu ramai akan tetapi sekarang sepi berbeda jauh sekali waktu dulu dengan sekarang. Rencana ke depan “Amante de langue” akan membuka cabang dikota yang lebih ramai yaitu dekat Omnia. Karena usaha ini bergerak di bidang kuliner dimana kita mencari orang yang membutuhkan sebuah kuliner yang dari jarak, tempat,dan rasa mudah dijangkau oleh masyarakat.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Usaha kuliner “Amante de langue” didirikan untuk kalangan menengah kebawah sampai ke atas. Hal ini karena usaha kuliner tersebut digabungkan dengan olahraga paintball, sehingga orang yang bermain paintball bisa sekaligus makan. Usaha ini berdiri dengan mempromosikan lewat layer, selebaran, facebook dan radio untuk memperkenalkan kepada masyarakat sekitar, sehingga diharapkan masyarakat tertarik dan berkunjung untuk sekedar makan atau bermain pantball.
“Amante de langue” mengalami kemunduran dikarenakan berdirinya usaha kuliner dekat tempat tersebut yaitu “Red Chili” sehingga pengunjung tersedot ke tempat tersebut. Posisi yang dekat TPA juga turut andil dalam penyebab terjadinya kemunduran usaha kuliner “Amante de langue” tersebut.
B.     Saran
1.      Sebaiknya usaha tersebut dipindahkan ke pusat kota yang lebih ramai misalnya Moro sehingga disamping kuliner juga permainan paintball dapat berkembang di Purwokerto.
2.      Membuat variasi menu yang rasa dan harga menarik dimata masyarakat.






Lampiran
Pewawancara  : assalamu’alaikum
Narasumber     : walaikumsalam
Pewawancara  : maaf bapak kami mau mewawancarai bapak mengenai usaha kuliner terkait untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan. Apakah bapak bersedia?
Pewawancara : iya saya bersedia.
Narasumber     : oke berarti bisa dimulai ya pak. Untuk yang pertama tolong bapak jelaskan profil usaha kuliner bapak yang pernah ada disini.
Pewawancara : rencana dulu usaha kuliner ini untuk kalangan menengah kebawah sampai ke atas. Kenapa seperti itu karena digabungkan dengan olahraga painball. Jadi misalkan ada orang yang bermain painball bisa sekalian makan. Tapi untuk kalangan menengah kebawah biasanya itu setiap 2000 dengan nasi kucing sehingga kalau habis main painball lalu makan dengan nasi kucing kayanya gak pas. Jadi kita membuat konsep dengan menu kelas menengah keatas yang sehabis main painball lalu makan itu tidak terlalu kenyang, tapi pas gitu. Karena kalau cape lalu makan terlalu kenyang rasanya gak enak.
Pewawancara : untuk pendirinya bapak ya?
Narasumber     : iya pendirinya saya dan istri saya.
Pewawancara : mohon maaf nama bapak siapa ya?
Narasumber     : nama saya Dani.
Pewawancara : umurnya berapa ya pak?
Narasumber     : umur saya 30 th.
Pewawancara : untuk motivasi dan tujuan usaha kuliner itu sendiri bagaimana ya pak?
Narasumber     : motivasinya saya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja dan untuk memenuhi pasar kuliner disini juga.
Pewawancara : bapak orang purwokerto asli atau…
Narasumber     : saya orang purwokerto asli cuma lebih banyak untuk hidup dulu diluar .
Pewawancara : kemudian untuk cara memulai usaha kuliner dulu seperti apa ya?
Narasumber     : paling saya Cuma mempromosikan saja lewat layer, selebaran, facebook dan radio.
Pewawancara : itu berdirinya dari tahun berapa ya?
Narasumber     : itu dari 2 tahun lalu berarti tahun 2012.
Pewawancara : kemudian untuk ide usaha guna menunjang usaha kuliner bapak itu bagaimana?
Narasumber     : untuk menunjang karier saya yang pasti pertama adalah paintball yang kedua tempat makan…saya sudah mendirikan tempat makan di Moro itu dilantai 4 itu food court pakai nama “Nyonya Besar” itu berupa nasi bakar yang ada apinya. Kemudian saya juga distributor permainan painball untuk peluru painball sama 1 lagi untuk gas oksigen.
Pewawancara : kemudian untuk usaha kuliner yang dulu disini buka dari jam berapa ya?
Narasumber     : saya si dulu buka dari jam 09.00 sampai jam 10.00 malem.
Pewawancara : untuk usaha kuliner sendiri kan tentunya banyak persaingan dalam kewirausahaan, kemudian cara bapak mengatasi persaingan itu bagaimana?
Narasumber     : kalau saya si mengikuti arus, ketika tempat sini bisa diterima maka saya lanjutkan dan ketika kurang bisa diterima maka saya memperbaiki, melihat lagi apa si yang kira-kira kurang gitu..itu sangat terbuka sekali dengan masukan-masukan, tapi untuk masukan-masukan itu pun disesuaikan dengan kemampuan saya. Ketika kekuatan saya tidak bisa…misal saya punya tempat segini ada orang yang memberi masukan untuk dibesarin lagi atau dibuat lebih nyaman..itu akan membutuhkan dana 2 x lipat dari ini..kita menerima itu tapi untuk dilakukannya itu sangat kecil…jadi untuk suatu usaha ditingkatkan kita harus melihat juga kemampuan kita seberapa..belum tentu kita menerima masukan untuk dibesarin juga untuk laku atau tidaknya kan kita tidak tahu. Jadi lebih baik kita fleksibel jangan terlalu keras dengan pendirian kita tapi lebih baik disesuaikan dengan kemampuan kita juga dan juga dengan keinginan masyarakat.
Pewawancara : dulu kan disini pengunjungnya banyak ya pak..mohon maaf kok sekarang ditutup ya pak..itu kenapa?
Narasumber     : setelah buka Red Chili itu pengunjungnya kesedot kesana. Dan untuk daerah disini sebenarnya tidak ada warga dan untuk dulu memang sempat ramai ya dilihat purwokerto itu lebih banyak tempat makannya ditimbang orangnya. Jadi biasanya tempat baru itu ramai paling 3 bulan dan setelah itu menurun-menurun dan setelah setahun nanti kelihatan yang aslinya itu seperti bagaimana. Dan setelah 1 tahun waktu itu kita bukan ditutup tapi kita hanya melayani orang yang bermain painball saja. Dan saya usahakan untuk tetap buka tapi susah menarik orang untuk kesini akhirnya saya tutup dan kemudian pindah ke Moro. Karena penghasilan juga di Moro kan ramai, dan lebih baik kita memfokuskan 1 yang sudah jalan lebih baik seperti itu dari pada memaksakan yang ada disini.
Pewawancara : untuk cita-cita dan harapan bapak sendiri untuk usaha kuliner yang ada disini itu bagaimana?
Narasumber     : ini malah rencara si untuk saya buka disini lagi belum ada rencana. Kalau dulu jalan ke baturaden itu ramai tapi sekarang sepi beda jauh sekali dulu sama sekarang. Rencananya kita mau buka cabang lagi tapi di deket Omnia. Jadi kita rencana bukan mau buka disini lagi tapi mau pindah ke kota yang lebih ramai. Karena kita bergerak di bidang kuliner dimana kita mencari orang yang membutuhkan sebuah kuliner dari jarak, tempat, rasa semuanya jumlah warga yang disitu juga menentukan ramai tidaknya sebuah tempat usaha kuliner.
Pewawancara : mohon maaf pak disini kan dekat dengan TPA itu mengganggi kinerja disini apa tidak?
Narasumber     : kadang mengganggu tapi lebih banyak tidak mengganggu karena jaraknya sekitar 150 meter jadi baunya tidak sampai kesini. Akan tetapi waktu lagi musim penghujan dan anginnya besar jadi baunya tercium sampai kesini.
Pewawancara  : kemudian untuk usaha yang sedang berjalan sekarang itu prospek kedepannya bagaimana?
Narasumber     : untuk usaha dibidang paintball nya sangat baik sekali dan saya cenderung lebih condong ke paintballnya. Walau terlihat sepi tapi sebenarnya disini ramai. Ramainya untuk acara-acara outbond. Dan kemudian untuk kejuaraan paintball terbesar yang meliputi seluruh dunia itu dulu di Malaysia tapi karena sekarang di Malaysia painball diperdebatkan dan kemungkinan besar WCA(Wolrd Champion Asia) akan pindah ke Indonesia sehingga paintball akan ramai.
Pewawancara : kemudian untuk usaha kuliner yang di Moro itu bagaimana?
Narasumber     : untuk usaha kuliner yang ada di Moro itu diserahkan dengan manajemen Moro karena kita disana kita hanya membantu Moro agar mempunyai fasilitas lebih baik. Yang membuat untuk Moro lebih ramai kan manajemen promosi, yang memberikan iklan dan lain lain kan Moro..karena kita berjualan disanakan memberikan kontribusi untuk Moro. Jadi ibaratnya kita mengontrak kita membayar dan setelah itu pendatang datang di Moro ramai barulah kita bisa membuktikan bahwa bisa gak si produk kita diterima dimasyarakat.
Pewawancara : oke bapak saya kira saya sudah mendapatkan info yang cukup dari bapak..maaf sudah mengganggu waktu bapak.terima kasih…wassalamua’alaikum
Narasumber     : iya sama sama walaikumsalam




Dokumentasi

Gambar 2: pewawancara di Amante de langue
 

Gambar 1: pewawancara di Amante de langue
 

Gambar 3: tampak depan Amante de langue
 
Description: 4.jpegDescription: 1.jpeg

Description: image.jpeg

No comments:

Post a Comment