Pages - Menu

Sunday, 24 May 2015

Laporan Hygiene Industri

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Ilmu Higiene Industri adalah bagian dari Ilmu Kesehatan Kerja tentang identifikasi, evaluasi dan cara-cara pengendalian berbagai resiko kesehatan dalam lingkungan kerja, terutama yang bersifat bio-kimiawi-fisik.(Malaka,2009).
Keselamatan kerja dalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan dirinya sendir imaupun masyarakat di sekelilingnya (UU Kesehatan 1992 Pasal 23).
Penerapan Higiene industry dan K3 pada perusahaan tekstil sangatlah penting karena tekstil merupakan salah satu substansi yang paling banyak digunakan di bumi, membuat tekstil merupakan proses energi dan intensif dalam sumber daya yang membawa akiba tterhadap lingkungan local maupun global serta akibat bagi keselamatan&kesehatan. Sritex merupakan salah satu perusahaan tekstil di Indonesia yang telah di akui oleh dunia sebagai salah satu perusahaan tekstil terbesar di dunia. Sritex bekerjasama dengan berbagai kalangan bidang kesehatan dan bidang industri lainnya sehingga limbah yang di buang dari PT. Sri Rejeki Isman tidak mencemari lingkungan di sekitar perusahaan.
PT. Sri Rejeki Isman menggunakan bahan industri yang ramah lingkungan dari berbagai sisi termasuk pewarnaan karena setiap tahunnya bahan yang di gunakan akan di perikasa oleh suatu instansi yang menjadi tangan kanan WHO.
Lingkungan kerja di PT. Sri Rejeki Isman sangat berisiko menyebabkan kecelakaan kerja karena banyak terdapat paparan debu, kebisingan dan alat-alat yang berbahaya. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian di PT. Sri Rejeki Isman untuk mengetahui bagaimana penerapan hygiene industri dan K3.

B.     Tujuan
Praktikum ini ditujukan untuk mengetahui penerapan hygiene industry dan keselamatan kerja di PT. Sri Rejeki Isman Sukoharjo Solo.


C.     Manfaat Penulisan
1.      Bagi mahasiswa
Menambah pengetahuan tentang penerapan hygiene industri serta keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan.
2.      Bagi PT Sritex
Sebagai masukan untuk bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam upaya meningkatkan kesehatan kerja.
3.      Bagi Jurusan Kesehatan Masyarakat
Memberikan tambahan pustaka bagi Jurusan Kesehatan Masyarakat













BAB II
TINJAUAN TEORI

a.       Pengertian
Jaminan kesehatan kerja adalah adanya jaminan kesehatan pada saat melakukan pekerjaan. Menurut WHO/ILO (1995), kesehatan kerja bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan fisik, mental dan sosial yang setinggi-tingginya bagi pekerja di semua jenis pekerjaan, pencegahan terhadap gangguan kesehatan pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan; perlindungan bagi pekerja dalam pekerjaannya dari risiko akibat faktor yang merugikan kesehatan; dan penempatan serta pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja yang disesuaikan dengan kondisi fisiologi dan psikologisnya. Secara ringkas merupakan penyesuaian pekerjaan kepada manusia dan setiap manusia kepada pekerjaan atau jabatannya.
Jaminan Kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah
Kesehatan kerja didefinisikan sebagai spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta prakteknya, agar masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik atau mental maupun sosial dengan usaha-usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit-penyakit/gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan factor – factor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit-penyakit umum. (Suma’mur,1994)
Keselamatan kerja adalah satu segi penting dari perlindungan tenaga kerja. Dalam hubungan ini, bahaya yang dapat timbul dari mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, keadaan tempat kerja, lingkungan, cara melakukan pekerjaan, karakteristik fisik dan mental daripada pekerjaannya, harus sejauh mungkin dikendalikan. Dengan kata lain keselamatan kerja merupakan salah satu faktor yang harus dilakukan selama bekerja. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang menginginkan terjadinya kecelakaan.Keselamatan kerja sangat bergantung pada jenis, bentuk, dan lingkungan dimana pekerjaan itu dilaksanakan. (Suma’mur,1996)

Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, yaitu perlindungan keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. Perlindungan tersebut bermaksud, agar tenaga kerja secara aman melakukan pekerjaannya sehari-hari untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nacional. Tenaga kerja harus memperoleh perlindungan dari perbagai masalah disekitarnya dan pada dirinya yang dapat menimpa dan mengganggu dirinya serta pelaksanaan pekerjaannya. (Suma’mur,1996)

            b.Tujuan
·         Umum :
 Untuk mengetahui bagaimana PT Sritex menjamin kesehatan para tenaga kerja dengan melaksanakan program jamsostek
·         Khusus :
1.      Mengetahui sejarah PT Sri Rejeki Isman.
2.      Mengetahui bagaimana pemakaian APD untuk tenaga kerja PT Sri Rejeki Isman.
3.      Mengetahui bagaimana pemeriksaan kesehatan tenaga kerja di PT Sri Rejeki Isman.
4.      Mengetahui bagaimana Pemberian hukuman bagi tenaga kerja PT Sri Rejeki Isman.
5.      Mengetahui bagaimana pelaksanaan jamsostek di PT Sri Rejeki Isman.






BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil PKL

GAMBARAN UMUM  PT. SRI REJEKI ISMAN Tbk
SRITEX berdiri pada tahun 1987 di daerah solo dan masih merupakan  perusahaan tekstil yang kecil dan dengan peralatan yang masih sederhana proses produksinya masih bersifat tradisional.
Pada saat itu luar perusahaan + 3500 m persegi dan baru memiliki satu unit mesin yaitu finishing (mesin penyempurna kain).
Pendiri perusahaan ini adalah Bapak LUKMINTO alasan beliau mendirikan perusahaan  tekstil di solo adalah karena pada saat itu semua pabrik tenun yang ada di solo, jika hendak mengambil bahan baku maka harus mengambilnya di daerah  Bandung dan tentunya akan membutuhkan waktu  yang cukup lama ,banyak biaya,sehingga akan memperbesar harga pokok tekstile itu sendri.
Pada tahun 1993 pemerintah daerah solo tidak mengijinkan lagi  pendirian perusahaan di daerah itu karena daerah tersebut penduduknya sudah semakin padat dan di khawatirkan dapat mengganggu stabilitas dan keadaan penduduk daerah tersebut.
Akhirnya Bapak LUKMINTO harus memindahkan perusahaanya ke suatu daerah dekat solo dan pada tahun 1994 beliau memindahkan perusahaan  ke desa sukoharjo ,pada saat itu luas perusahaan+5.500 m persegi dengan karyawan berjumlah 200 orang.
Pada tahun1989 PT SRITEK menambah satu unit mesin barudan lebih modern PT SRITEK menggunakan peralatan yang modern seperti di bawah ini  :
1.    Mesin pemintal.
Jumlah mesin pemintal pada perusahaan ini berjumlah 3 unit ,mesin ini berfungsi untuk memproses bahan baku kapas menjadi benang.kapasitas produksi ini sekitar 6.000 bait atau bulan (1 bait:400).
2.  Mesin tenun.
Mesin ini berjumlah 5 unit,mesin ini berfungsi sebagai alat untuk memproses benang menjadi kain  dan mesin ini di gunakan untuk memproduksi jet dan jeen. Kapasitas produksi mesin ini kurang lebih 7,5 juta m per bulan.
3.  Mesin finishing.
Pada perusahaan tekstile ini jumlah mesin finishing berjumlah 3 unit,mesin ini berfungsi untuk memproses penyempurnaan kain.
4.  Mesin printing.
Mesin ini berjumlah 3 unit, mesin ini berfungsi untuk member corak atau motif.
5.  Mesin Garment.
Jumlah mesin ini ada 2 unit, mesin ini berfungsi untuk memproduksi pakalan jadi dengan menggunakan 2900 mesin jahit.

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PARA PEKERJA.
Metode yang dapat dilakukan dalam mengendalikan bahaya di tempat kerja untuk menurunkan tingkat kecelakaan akibat kerja terdiri dari engineering control, administrative control, dan metode lain yang merupakan Inherently Safer Alternative Method, dimana metoda ini memiliki empat strategi pengendalian bahaya, yaituminimize, substitue, moderate, dan simplify.
Pengendalian tersebut dapat dilakukan secara bersamaan, karena tidak ada satu metode pun yang betul-betul bias menurunkan bahaya dan resiko sampai pada posisi nol, artinya para pekerja masih besar kemungkinannya terpajan terhadap bahaya ditempat kerja. Untuk itu sebagai pertahanan dan perlindungan terakhir bagi pekerja adalah dengan menggunakan APD.
Definisi APD dalam HSE regulasi adalah semua peralatan yang melindungi pekerja selama bekerja termasuk pakaian yang harus di pakai pada saat bekerja, pelindung kepala (helmet), sarung tangan (gloves), pelindung mata (eye protection), pakaian yang bersifat reflektive, sepatu, pelindung pendengaran (hearing protection) dan pelindung pernapasan (masker) (HSE, 1992).
Penggunaan APD di tempat kerja di sesuaikan dengan pajanan bahaya yang di hadapi di area kerja.Berikut adalah jenis bahaya dan APD yang diperlukan :
Tabel .Jenis bahaya dan APD yang diperlukan
No
Tubuh Yang Dilindungi
               Bahaya
   APD
1
Mata
Percikanbahankimia, debu, proyektil, gas, uap, radiasi
safety spectacles, goggles,faceshields, visors.
2
Sistem pernapasan
Debu, gas, uap, fume, kekurangan oksigen
Respirator, alat bantu pernapasan
3
Melindungi badan
Panas berlebihan, tumpahan atau percikan bahan kimia
Cover all, pakaian anti panas/api
4
Tangan
Panas, terpotong, bahan kimia, sengatanlistrik
Sarung tangan
5
Kaki
Tumpahan bahan kimia,tertimpa benda, sengatan listrik
Sepatu safety

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada saat berkunjung ke PT. Sri Rejeki Isman Tbk Sukoharja, kami masih menjumpai para pekerja yang tidak menggunakan APD secara lengkap. Kebanyakan pekerja hanya menggunakan  pakaian (cover all), dan sepatu safety, masker, respirator, dan sarung tangan. Padahal PT. Sri Rejeki Isman Tbk merupakan pabrik tekstil dimana banyak sekali faktor resiko dan bahaya yang mungkin muncul akibat proses produksi semen seperti resiko paparan debu, paparan suara mesin pabrik yang bisa mengganggu pendengaran, dan panas dari mesin saat bekerja.
Beberapa faktor resiko dan bahaya tersebut di atas sangat merugikan bagi para pekerja bila dirasakan terus-menerus dalam waktu yang lama. Paparan debu dapat mengakibatkan iritasi pada bagian mata dan paru-paru, sedangkan paparan suara mesin yang sangat keras dapat menurunkan fungsi dengar pada alat pendengaran para pekerja.

PEMERIKSAAN KESEHATAN
Pemeriksaan kesehatan yang di lakukan oleh PT. Sri RejekiIsmanTbk sudah dilakukan sejak awal ketika masuk ke perusahaan. Pemeriksaan kesehatan yang di lakukan PT. Sri RejekiIsmanTbk terdiri dari :
1.    Pemeriksaan Kesehatan Awal
Pemeriksaan Kesehatan awal dilakukan saat pekerja akan masuk ke dalam perusahaan, pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal sebelum masuk dalam perusahaan agar kedepannya dapat mengetahui sebab dan penyakit yang di akibatkan oleh perusahaan tersebut.
2.    Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Pemeriksaan kesehatan rutin ini bertujuan untuk mendeteksi awal terjadinya kesakitan pada pekerja di perusahaan. Pemeriksaan rutin dilakukan sekurang kurangnya 6 bulan satu kali atau satu tahun sekali sesuai jumlah pekerja dan shift untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan tersebut. Sedangkat di PT. Sri RejekiIsmanTbk itu sendiri melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin setiap 6 bulan sekali.
3.    Pemeriksaan Kesehatan Khusus
Pemeriksaan Kesehatan khusus dilaksanakan apabila di ketahui ada beberapa pekerja yang mengalami sutu gejala penyakit ataupun di diagnosa telah mengalami kesakitan akibat proses pekerjaan di PT. Sri RejekiIsmanTbk.

PEMBERIAN HUKUMAN
Pemberian hukuman dilakukan saat pekerja PT. Sri RejekiIsmanTbk melakukan pelanggaran, alur pemberian hukuman adalah saat pekerja melakukan pelanggaran dalam taraf yang ringan maka akan dilakukan suatu teguran khusus terhadap pekerja tersebut. Saat pekerja yang sama melakukan pelanggaran kembali dalam hal yang sama dan dalam taraf yang lumayan berat, maka pekerja tersebut akan di berikan surat peringatan oleh pihak yang berwenang memberikan surat teguran. Apabila masih melakukan pelanggaran kembali dalam taraf yang berat maka akan di lakukan pemotongan gaji setiap bulannya.

PROGRAM JAMINAN KESEHATAN
Jaminan kesehatan yang di berikan kepada pekerja di PT. Sri Rejeki Isman Tbk di berikan setelah pekerja telah bekerja di PT. Sri Rejeki Isman Tbk dalam kurun waktu tertentu. Hal tersebut di lakukan untuk memperkecil kemungkinan pekerja untuk keluar lebih cepat. Karena biasanya orang-orang Desa pergi ke kota untuk mencari pekerjaan namun terkadang banyak pekerja yang tidak betah untuk bekerja di suatu perusahaan.
Di indonesia sendiri ada program jaminan kesehatan yang baru saja di luncurkan oleh pemerintah yang harus di laksanakan oleh perusahaan termasuk PT. Sri Rejeki Isman Tbk yaitu program BPJS. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau yang disingkat dengan BPJS Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi masyarakat.BPJS sendiri terdiri dari dua bagianyaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.Program jaminan kesehatan ini bersifat wajib.Sehingga baik pekerja maupun orang pribadi wajib memiliki jaminan kesehatan ini untuk memperoleh perlindungan kesehatan kepada peserta yang sudah membayar iuran.


B.   Pembahasan Masalah
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hygiene industry dan keselamatan kerja di PT. Sri Rejeki Isman Sukoharjo Solo.Selain itu juga ingin diketahui tentang bagaimana PT. Sritex menjamin kesehatan para tenaga kerja dalam bekerja akibat faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.
Adapun masalah yang akan dibahas kelompok kami adalah mengenai jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) di PT Sritex.Hasil yang didapat pada Praktikum di PT Sritex adalah bahwa Jamsostek diberikan kepada pegawai baru  yang telah melakukan masa uji coba selama 3 bulan.Ini dilakukan karena pada masa-masa itu turn over sangat tinggi seperti rindu dengan keluarga, rindu dengan kekasih, belum bisa menyesuaikan dengan kegiatan, dan sebagainya. Apabila pegawai tersebut dapat bertahan dan kualitas kerjanya bagus, maka dalam 6 bulan sampai 1 tahun pegawai tersebut diberikan jamsostek. Jamsostek kesehatan diberikan jika tenaga kerja sudah bekerja selama satu tahun.
Pemeriksaan secara rutin terhadap tenaga kerja dilakukan bergilir setiap 6 bulan sekali (jamsostek) dengan fasilitas poliklinik 24 jam dengan dokter.selambat-lambatnya pemeriksaan dilakukan 1 tahun sekali.Fasilitas pelayanan kesehatan di PT Sritex terdiri dari 3 poliklinik (1 poliklinik pusat dan 2 poliklinik tambahan) dan dengan petugas pelayanan kesehatan yang terdiri dari 3 dokter.
Sebagaimana diketahui Jaminan sosial tenaga kerja adalah suatu perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja berupa kecelakaan kerja,sakit,hamil,bersalin,hari tua dan meninggal dunia (Manulang, 1990).Di PT Sritex jamsostek sudah dilaksanakan karena perusahaan ini sudah memenuhi syarat untuk menjadi peserta jamsostek yaitu berdasarkan PP No.14/1993 menyebutkan pengusaha yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 10 (sepuluh) orang atau lebih, atau membayar upah paling sedikit Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) sebulan,wajib mengikutsertakan tenaga kerjanya pada program jamsostek.
            Jaminan sosial tenaga kerja mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pemeliharaan kesehatan.Untuk terlaksananya jaminan kecelakaan kerja PT Sritex membuat peraturan agar setiap tenaga kerja memakai alat pelindung diri.Akan tetapi masih banyak dari tenaga kerja yang tidak memakai alat pelindung diri, ini dikarenakan sebagian besar dari tenaga kerja PT Sritex pendidikannya masih rendah, sehingga tenaga kerjanya masih sering menghiraukan peraturan tersebut, dengan alasan tidak nyaman, tidak biasa dan sebagainya.Maka dari itu PT Sritex memberikan hukuman yang alurnya seperti hasil PKL diatas yaitu saat pekerja melakukan pelanggaran dalam taraf yang ringan maka akan dilakukan suatu teguran khusus terhadap pekerja tersebut. Saat pekerja yang sama melakukan pelanggaran kembali dalam hal yang sama dan dalam taraf yang lumayan berat, maka pekerja tersebut akan di berikan surat peringatan oleh pihak yang berwenang memberikan surat teguran. Apabila masih melakukan pelanggaran kembali dalam taraf yang berat maka akan di lakukan pemotongan gaji setiap bulannya.
            Jaminan pemeliharaan kesehatan dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan secara rutin bagi tenaga kerja baik dari kecelakaan kerja,kesehatan dan lain-lainnya yang dilaksanakan secara bergilir dan 6 bulan sekali selambat-lambatnya pemeriksaan dilakukan 1 tahun  sekali.Untuk menunjang pemeliharaan kesehatan PT Sritex membangun fasilitas kesehatan yang terdiri dari 3 poliklinik yang 24 jam dan petugas kesehatn yaitu 3 dokter.
Program jamsostek PT Sritex ini dikelola sendiri oleh perusahaan.Ini dilihat dari kebijakan PT Sritex yang memberikan jamsostek hanya kepada pegawai baru yang sudah bekerja selama 3 bulan dan mempunyai kualitas.
            Untuk jaminan kematian dan jaminan hari tua dari kelompok kami belum tahu bagaimana pelaksanaannya di PT Sritex.Ini dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan wawancara pada saat melakukan wawancara.
                       









BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
·         Jamsostek kesehatan diberikan jika tenaga kerja sudah bekerja selama satu tahun.
·         Masih menjumpai para pekerja PT. Sri Rejeki Isman Tbk Sukoharja yang tidak menggunakan APD secara lengkap.
·         Pemeriksaan kesehatan terdiri dari pemeriksaan kesehatan awal, pemeriksaan kesehatan rutin (6 bulan sekali), dan pemeriksaan kesehatan khusus.
·         PT Sri Rejeki Isman Tbk memberikan hukuman bagi pekerja yang melanggar peraturan.
·         Program jamsostek sudah dilaksanakan dengan sangat baik.

B.     Saran
·         Meningkatkan pelaksanaan proram jamsosteknya
·         Penggunaan APD bagi tenaga kerja seharusnya lebih diperhatikan oleh perusahaan dengan tujuan:
-          Menurunkan terjadinya kecelakaan kerja
-          Menurunkan terjadinya penyakit akibat kerja
-          Meningkatkan produktivitas kerja.
·         Menyiapkan waktu khusus bagi mahasiswa yang berkunjung agar mahasiswa yang berkunjung merasa puas dan mengerti akan penjelasan dari  penandu yang sudah di tentukan oleh perusahaan.



DAFTAR PUSTAKA

Badan Litbang Departemen Pekerjaan Umum. 2001. KriteriaTeknis Penataan Ruang Kawasan Pabrik. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.

http://www. sritex.co.id. Diakses pada tanggal 18 Mei 2014.
Levy, B.S;Wegman, D.H. 1983. Occupational Health, Recognizing and Preventing Work Related Disease. Little Brown and Company. Boston. 177-187.
Manulang, S. (1990). Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. Jakarta :
            Rineka Cipta. 
Permenaker No. 5/MEN/1993 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan

Suma’mur, P.K., 1996.Hygiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, Jakarta:                                Gunung Agung.
Suma’mur, 1994. Kesehatan Kerja. Jakarta: Widya Medika.










KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kunjungan Industri di PT.Sri Rejeki Isman Textil  ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa kendala. Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini adalah untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah hygiene industri. Adapun penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini berdasarkan data-data yang diperoleh selama melakukan Kunjungan Industri, buku – buku pedoman, serta data-data dan keterangan dari pembimbing. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kunjungan Industri ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1.      Bapak Suryanto SKM, MSc
2.      Ibu Siti Harwanti SKp, Mkes
3.      Ibu Nur Ulfah SKM, MSc
4.       Pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan , terima kasih atas bantuan dan do’a restu yang berhubungan dengan kegiatan Kunjungan Industri.
            Akhirnya, kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan kunjungan industri masih banyak kekurangan. Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari Bapak/Ibu dosen sangat diharapkan demi kesempurnaan Laporan Praktik Industri ini. Demikian kata pengantar ini kami buat, semoga dapat bermanfaat, khususnya bagi kami sendiri.







DAFTAR ISI
Cover..............................................................            ..................................................
Kata pengantar ................................................................................................
Daftar isi .........................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
a.       Latar belakang ....................................................................................
b.      Tujuan penulisan..................................................................................
c.       Manfaat penulisan ..............................................................................
BAB II TINJAUAN TEORI
a.       Pengertian ..........................................................................................
b.      Tujuan umum......................................................................................
c.       Tahapan khusus..................................................................................

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN
a.       Hasil PKL ..........................................................................................
b.      Pembahasan masalah .........................................................................
BAB IV PENUTUP
a.    Simpulan ............................................................................................
b.    Saran ..................................................................................................

Daftar pustaka







cover laporan PKL
PROGRAM JAMINAN KESEHATAN TENAGA KERJA PT SRI REJEKI ISMAN TEXTIL (SRITEX) SUKOHARJO
Laporan PKL ini dalam rangka untuk memenuhi kewajiban dalam pembelajaran mk Higiene Industri


Kelompok 6:
Caroline Dwi Islami                      NIM. G1B012059
Hidayat Pulungan                         NIM. G1B012060
Kevin widya                                  NIM. G1B012065
Hani Eka                                        NIM. G1B012066
R.Hendriyanto                              NIM. G1B0120


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
PURWOKERTO
     2014



No comments:

Post a Comment